Unforgotten Lust
Kaki-kaki itu melangkah pelan, dengan penampilan rapi, rambut klimis, alis tegas, serta tubuh jangkung semampai yang membuatku mendongak melihatnya. Tatapan tajam yang penuh hasrat namun tenang, berhasil menghipnotis diriku tenggelam ke dalamnya. Tangan yang kokoh tanpa ragu menyergapku dengan lembut di ujung sana, perlahan namun pasti mulai berjalan ke paras, jari-jari itu memindai setiap detailnya dengan intim. Tanpa sadar, bagian anatomi tanpa tulang saling menyatu dengan rakus, mengecap tiap jengkal, memberi teritori kepemilikan mutlak. Sunyi, mulut membisu, telinga menuli, waktu berhenti, kamulah poros perputaran dunia saat itu. - enviedesolitary pic by pinterest.